|
Di Indonesia saat ini lebih dari 10.000.000 orang menggunakan
internet tiap harinya. Akses internet bisa didapatkan di rumah, warnet,
kantor sampai di jalan-jalan baik wired mapun wireless. Di seluruh
dunia orang-orang berlomba-lomba membuat website-website sehingga
berbagai website baru bermunculan tiap harinya. Indonesia bukanlah
pemain baru dalam hal pembuatan website, namun karena teknologi
broadband internet di Indonesia termasuk mahal (di beberapa negara di
Asia broadband internet dengan kecepatan 1 Mbps sudah digratiskan). Sehingga orang Indonesia yang ingin mahir menggunakan internet harus
menguras kocek lebih dan berebutan bandwidth yang sangat lambat.
Teknik dalam pembuatan websitepun semakin meningkat tiap harinya,
setelah kejayaan website dengan content Flash yang sangat eye-catching,
kini sekarang orang lebih mulai beralih
ke website berbasis CSS dan Ajax karena website akan lebih ringan dan
lebih mudah diakses baik dari PC maupun PDA. Microsoft © pun
mengeluarkan saingan untuk Flash yang diberi nama Silverlight ®,
diprediksikan akan jauh lebih canggih dari Flash namun speed
internet/Bandwidth yang disyaratkan pun lebih besar.
Untuk
menghasilkan website yang baik, anda diwajibkan mahir menggunakan
bahasa-bahasa pemrograman web antara lain Html, Php, Asp, Jsp, .Net,
dan lain-lain. Solusi bagi anda yang tidak punya waktu belajar hingga
mahir namun ingin memiliki website yang baik adalah dengan menggunakan
CMS (Content Management Systems) yang kini sudah banyak ditawarkan di
Internet. CMS pun terbagi lagi menjadi dua macam yaitu versi komersil
dan versi Open Source.
Sistem manajemen konten
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
CMS*
adalah Sistem manajemen konten (Inggris: content management System,
disingkat CMS), adalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang
untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs
Web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua
elemen:
- aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
- aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).
Elemen
CMA memperbolehkan si manajer isi -yang mungkin tidak memiliki
pengetahuan mengenai HTML (HyperText Markup Language)-, untuk memenej
pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa
perlu memiliki keahlian sebagai seorang Webmaster. Elemen CDA
menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah
ditambah, dikurangi atau diubah oleh si empunya situs web untuk
meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut. Kemampuan atau fitur
dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari
software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format,
kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan.
Berikut dibawah ini pemanfaatan CMS:
- Website perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas.
- Portal
- Galeri foto
- Aplikasi E-Commerce.
- Mengelola website pribadi / blog.
- Dan lain-lain.
Salah
satu perangkat lunak Content Management System yang dikenal luas yaitu
MediaWiki, perangkat lunak yang dipakai di Wikipedia dan proyek-proyek
sejenis.
Berikut ini merupakan contoh website komunitas CMS Indonesia yang dapat dijadikan sebagai referensi anda:
(wikipedia)
|